Apakah clinical hypnotherapy atau hipnoterapi klinik itu? Hipnoterapi klinik bukanlah ilmu baru, bahkan istilah hipnoterapi tentunya sudah banyak didengar. Akan tetapi masih sedikit orang yang mengetahui tentang arti dari hipnoterapi sebenarnya. Hipnoterapi tidak lepas dari proses hipnosis. Dan sebelum kita mengetahui arti sebenarnya dari hipnoterapi, kita lihat dahulu tentang arti kata hipnosis. Hipnosis berasal dari bahasa Yunani, hypnos, yang artinya dewa tidur. Sayangnya, dengan perkembangan dan ilmu pengetahuan, ditemukan bahwa tidak ada hubungannya antara kondisi tidur dan kondisi hipnosis. Berdasarkan kamus besar Indonesia, hipnosis adalah keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali. Berdasarkan Oxford Dictionary, arti kata hipnosis adalah the induction of a state of consciousness in which a person apparently loses the power of voluntary action and is highly responsive to suggestion or direction. Its use in therapy, typically to recover suppressed memories or to allow modification of behaviour, has been revived but is still controversial.

Definisi terbaru dari hipnosis, berasal dari kalangan akademisi psikologi, pada tahun 2005, yaitu oleh Society for Psychological Hypnosis, sebuah divisi kerja dari American Psychological Association (APA), yaitu sebagai berikut "Hipnosis adalah teknik terapi dimana clinicians (psikologi, psikiater, dokter, dan sebagainya) membuat saran atau sugesti kepada individu yang telah menjalani prosedur yang dirancang agar santai dan fokus pada pikiran mereka"

Hipnosis melibatkan pengenalan prosedur di mana subjek diberi tahu untuk mengikuti saran atau membayangkan sugesti imajinatf. Dengan menggunakan teknik hipnosis, satu orang (subjek) dipandu oleh peng-hipnotis (the hypnotist) yang memberikan saran atau sugesti degan tujuan perubahan pengalaman subyektif, perubahan persepsi, sensasi, pikiran emosi, atau perilaku. Jika subjek merespon saran atau sugesti dari peng-hipnotis (the hypnotist), secara umum disimpulkan bahwa hipnosis telah berhasil.

Hypnotherapy02Seperti telah disebutkan di atas, hipnoterapi tidak bisa dilepaskan dengan hipnosis karena hipnoterapi menggunakan hipnosis sebagai metode terapi. Seorang hipnoterapis, memandu seseorang untuk mencapai kondisi trance (kondisi hipnosis atau kondisi seseorang yang sangat sugestif). Kondisi hipnosis merupakan kondisi dimana pikiran sadar (conscious mind) menjadi tidak terlalu kritis, sehingga pikiran bawah sadar (unconscious mind) lebih mudah menerima sugesti. Walaupun begitu, seorang hipnoterapis tidak dapat mengontrol pikiran seseorang yang mencapai kondisi trance ataupun meminta orang tersebut melakukan tindakan yang diinginkan oleh hipnoterapis. Justru sebaliknya, proses hipnoterapi dapat meningkatkan sensibilitas dan level kepekaan seseorang. Dengan melalui proses ini, seseorang dapat mempengaruhi fungsi tubuh dan respon psikologisnya. Bahkan sebenarnya, semua orang mengalami kondisi trance atau kondisi hipnosis beberapa kali dalam sehari, sebagai contohmya adalah kondisi sesaat sebelum tidur dan sesaat setelah bangun tidur. Kondisi saat pikiran kita "melayang - layang" tetapi kita masih peka dan waspada terhadap keadaan sekitar.

Hipnoterapi klinik, hipnoterapi medis, hipnosis klinik, hipnosis medis, clinical hypnotherapy, medical hypnotherapy, clinical hypnosis ataupun medical hypnosis merupakan kata lain dari hipnoterapi. Dalam dunia psikologi ataupun ilmu psikiatri (ilmu kejiwaan), hipnoterapi merupakan sedikit bagian dari brief therapy. Dalam brief therapy, seorang terapis melakukan terapi secara aktif untuk mengatasi kondisi klinis dan subyektif klien dengan lebih cepat. Adapun bila dilihat dari 'silsilah'nya, dimanakah posisi hipnoterapi klinik? Hipnosis secara praktis dibagi tiga, yaitu: 1) Stage hypnosis, 2) Clinical hypnosis dan 3) Applied hypnosis. Posisi hipnoterapi klinik terdapat pada bagian kedua, yaitu Clinical hypnosis. Bagian pertama, stage hypnosis, menggunakan prinsip - prinsip dasar hipnosis yang digunakan dalam dunia panggung, hiburan ataupun entertainment. Adapun applied hypnosis menggunakan prinsip - prinsip hipnosis dalam berbagai bidang di luar medis dan psikologi, contohnya hypnomotivation (penggunaan hipnosis dalam dunia motivasi), hypnoselling (penggunaan hipnosis dalam dunia marketing atau sales), hypnoteaching (penggunaan hipnosis dalam dunia pengajaran), dan lain - lain.

Meskipun hipnosis dan hipnoterapi menjadi kontroversi dalam ilmu pengetahuan, kebanyakan dokter atau psikologi setuju bahwa hipnosis dan hipnoterapi bisa menjadi teknik terapi yang efektif untuk berbagai kondisi, baik kondisi medis maupun psikologis.

Daftar Pustaka:

  1. What is Hypnotherapy and How Does it Differ From Hypnosis?". Hypnos.info. 2007-07-22. Retrieved 2011-11-28.
  2. "Dictionary of Occupational Titles: Hypnotherapist (079.157-010)". Occupationalinfo.org. Retrieved 2011-11-28.
  3. Kraft T & Kraft D ‘Covert Sensitization Revisited: Six Case Studies’ Contemporary Hypnosis (2005), 22, (4): 202-209
  4. Weitzenhoffer, A. (2000). The Practice of Hypnotism.
  5. John Grinder & Richard Bandler (1976) Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H.Erickson: Volume 1 ISBN 1-55552-052-9
  6. Gorton, Gregg E (2005). Milton Hyland Erickson The American Journal of Psychiatry. Washington. Vol.162, Iss. 7; pg. 1255, 1 pgs
  7. Robertson, D (2012). The Practice of Cognitive-Behavioural Hypnotherapy: A Manual for Evidence-Based Clinical Hypnosis. London: Karnac. ISBN 978-1855755307